periklanan
Berikut ini yang merupakan sifat pemasaran langsung adalah . answer choices . media sosial. blog. 16Kegiatan catat mencatat surat menyurat pembukuan dan sebagainya disebut A from ABC 456 at Tanjungpura University Pengertianpersonal selling tujuan sifat jenis bentuk dan tahapan personal selling penjualan perorangan menurut para ahli lengkap personal selling adalah suatu bentuk promosi penjualan yang dilakukan secara dua arah tatap muka atau penyajian presentase pribadi secara langsung antara penjual dengan pembeli untuk memperkenalkan produk yang a Penjualan tatap muka b. Periklanan c. Publisitas d. Promosi penjualan Jawaban: b Salah satu kegiatan dalam promosi penjualan adalah . a. Komunikasi melalui media massa b. Kampanye melalui telepon (telemarketing) c. Peragaan/pertunjukan d. Konfrensi pers dan lobi Jawaban: c Di bawah ini merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan Saputry05S. Berikut ini bukan termasuk sifat-sifat penjualan tatap muka yaitu a. personal atau adanya kontak langsung dengan konsumen b. tanggapan langsung atas pertanyaan atau reaksi konsumen c. memberikan kupon hadiah kepada konsumen yang membeli produk d. mempererat hubungan dengan konsumen apabila sikap yang memuaskan e. biaya AAAHUn. Personal selling adalah promosi penjualan yang dilakukan secara dua arah, tatap muka atau penyajian presentase pribadi secara langsung antara penjual dengan pembeli untuk memperkenalkan produk yang ditawarkan, membujuk dan mempengaruhi calon pembeli dengan tujuan terciptanya suatu penjualan. Tujuan personal selling adalah membangkitkan kesadaran mengenai tersedianya suatu produk, menggairahkan minat pembeli, sampai dengan membandingkan harga dan syarat-syarat jual beli serta penyelesaian transaksi. Personal selling merupakan salah satu komponen promotion mix selain advertising, sales promotion dan publicity yang menekankan pada komunikasi yang bersifat persuatif untuk dapat menggugah kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian. Berikut ini beberapa pengertian personal selling dari beberapa sumber buku dan referensi Menurut Swastha 2002260, personal Selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menentukan dengan pihak lain. Menurut Tjiptono 2000224, personal Selling adalah komunikasi langsung tatap muka antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membetnuk pemahaman terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba membelinya. Menurut Sutisna 2008311, personal selling merupakan aktivitas komunikasi antara produsen yang diwakili oleh tenaga penjual dengan konsumen potensial yang melibatkan pikiran dan emosi, serta tentu saja berhadapan langsung Face to Face. Menurut Alma 2005185, personal selling adalah penjualan tatap muka adalah sebuah pengungkapan secara lisan dalam menghadapi seorang atau beberapa calon pembeli dengan maksud untuk menciptakan penjualan. Menurut Kotler 2008664, personal selling adalah alat yang paling efektif-biaya pada tahap proses pembelian lebih lanjut, terutama dalam membangun preferensi, keyakinan, dan tindakan pembeli. Menurut Kotler dan Amstrong 2001112, personal selling adalah presentasi pribadi oleh para wiraniaga tenaga penjual perusahaan dalam rangka mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Tujuan Personal Selling Menurut Shimp 2000281, tujuan utama personal selling adalah mendidik para pelanggan, menyediakan produk yang berguna dan bantuan pemasaran, serta memberikan pelayanan purna jual dan dukungan kepada para pembeli. Menurut Kotler 2008305, tujuan personal selling antara lain adalah sebagai berikut Mencari calon, melakukan pencarian calon pembeli atau petunjuk. Menetapkan sasaran, memutuskan bagaimana mengalokasikan waktu mereka diantara calon dan pelanggan. Berkomunikasi, mengkomunikasikan informasi tentang produk dan jasa perusahaan tersebut. Menjual, mendekati, melakukan presentasi, menjawab keberatan-keberatan, dan menutup penjualan. Melayani, menyediakan berbagai layanan kepada pelanggan, memberikan konsultasi tentang masalah, memberikan bantuan teknis, merencanakan pembiayaan, dan melakukan pengiriman. Mengumpulkan informasi, melakukan riset pasar dan melaksanakan tugas intelejen. Mengalokasikan, memutuskan pelanggan mana akan memperoleh produk tidak mencukupi selama masa-masa kekurangan produk. Sifat dan Kriteria Personal Selling Menurut Tjiptono 2008224, terdapat tiga sifat personal selling, yaitu sebagai berikut Personal Confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara duaorang atau lebih. Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan beli sampai dengan hubungan yang lebih akrab. Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi. Lebih lanjut menurut Tjiptono 2000224, penjual yang mempunyai tugas untuk melakukan personal selling harus memenuhi kriteria sebagai berikut Salesmanship. Pelaku personal selling harus mempunyai pengetahuan mengenai produk dan seni menjual, antara lain cara bagaimana mendekati pelanggan, mengatasi klaim pelanggan, melakukan presentasi, maupun cara meningkatkan penjualan. Negotiating. Pelaku personal selling diharapkan mempunyai kemampuan dalam melakukan negosiasi dengan disertai syarat-syaratnya. Relationship Marketing. Pelaku personal selling harus tahu cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan. Jenis dan Bentuk Personal Selling Menurut Swasta 200211, terdapat lima jenis personal selling, yaitu sebagai berikut Trade Selling. Yaitu dapat terjadi bilamana produsen dan pedagang besar mempersilakan pengecer untuk berusaha dan memperbaiki distributor produk-produk mereka. Missionary Selling. Yaitu penjualan berusaha ditingkatkan dengan mendorong pembeli untuk membeli barang-barang dari penyalur perusahaan. Technical Selling. Yaitu meningkatkan penjualan dengan pemberian saran dan nasihat kepada pemberi saran dan nasehat kepada pembeli akhir barang dan jasanya. New Business Selling. Yaitu berusaha membuka transaksi baru dengan mengubah calon pembeli menjadi pembeli. Jenis penjualan sering dipakai oleh perusahaan asuransi. Responsive Selling. Yaitu penjualan diharapkan dapat memberikan reaksi terhadap permintaan pembeli. Dua jenis penjualan disini adalah route driving dan retail. Sedangkan menurut Saladin dan Oesman 1994195, terdapat tiga bentuk personal selling, yaitu sebagai berikut Field Selling, yaitu tenaga penjual yang melakukan penjualan di luar perusahaan dengan mendatangi dari satu rumah ke satu rumah atau dari perusahaan ke perusahaan lainnya. Retail Selling, yaitu tenaga penjualan yang melakukan penjualannya dengan melayani konsumen yang datang ke perusahaan. Executive Selling, merupakan hubungan yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan dengan pemimpin perusahaan lainnya atau dengan pemerintah, dengan tujuan melakukan penjualan. Tahapan Personal Selling Menurut Kotler dan Amstrong 2001225, terdapat enam langkah atau tahapan personal selling, yaitu Mencari calon pelanggan, dalam tahap ini pemasar dituntut mencari pelanggan yang menjadi segmen perusahaan. Pra pendekatan, jika sudah menemukan calon pelanggan, pemasar harus menjalin relationship untuk membangun kepercayaan. Presentasi dan Demontrasi, dalam tahap ini pemasar harus bisa menunjukan bagaimana barang yang dijual dibutuhkan oleh calon pelanggan. Mengatasi keberatan, calon pelanggan biasanya mempunyai keberatan untuk membeli produk, seperti keberatan dalam harga yang terlalu mahal. Hal ini pemasar harus bisa mengatasinya dengan memberikan diskon atau dengan cara yang lain. Tindak Lanjut dan Pemeliharaan, maksudnya pemasar harus bisa menjaga pelanggan agar tetap loyal terhadap produk, sebagai contoh menelpon pelanggan tentang produk yang telah dibeli. Penutupan, dalam tahap ini pemasar harus bisa menentukan apakah pelanggan ingin membeli produk atau tidak, momen ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena sangat mempengaruhi keputusan pembelian. Daftar Pustaka Swastha, Basu. 2002. Manajemen Pemasaran. Jakarta Liberty. Tjiptono, Fandy. 2000. Manajemen Jasa. Yogyakarta Andy offset. Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta Andy offset. Sutisna. 2008. Manajemen Pemasaran. Jakarta Indeks. Alma, Buchari. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung Alfabeta. Kotler, Philip. 2008. Manajemen Pemasaran. Jakarta Indeks. Kotler dan Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip pemasaran. Jakarta Erlangga. Shimp, Terence, A. 2000. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta Erlangga. Saladin, Djaslim dan Oesman, Yevismarti. 1994. Intisari Manajemen Pemasaran. Bandung Media Iptek.